Kadang hampir habis waktuku hanya untuk memikirkan
betapa teganya kau menyita hidupku. Kuhabiskan banyak waktu untuk bergelut
bersama rindu. Ah aku bahkan tak tahu berapa lama aku memandangi wajahmu hanya
dari sebuah foto. Bahkan ketika merindukanmu aku sering membuka voice message
yang tiap kali kau kirim untuk menenangkan rindumu.
Bahkan aku juga merindukan aroma tubuhmu disampingku.
Apa itu terkesan menjijikan? Aku rasa itu wajar ?? Bukankah begitu. Aku masih
saja memakai minyak wangimu sepanjang malam hanya untuk menenangkan jika kau
seolah memelukku dalam dingin dan sunyinya malam.
Rasanya aku menggila dengan rindu ini. Terus bertumpuk
tanpa ingin menguranginya sedikitpun. Akhirnya malam itu aku putuskan untuk
tidur berharap jika kau hadir dalam mimpiku. Sungguh melankolis sekali.
Ternyata rindu membuat mata ini tak juga kunjung terpejam. Sekarang aku
berfikir apa kau baik- baik saja ditempat yang jauh disana? Apa kau juga sama
merindukanku sperti aku merindukanmu?. Aku hanya takut jika rindu ini hanya
sendiri. Aku takut kau merindukan sosok lain selain aku. Ah bodoh sekali
mengapa aku malah memikirkan hal yang tak pantas.
Terkadang untuk menepis hal negative aku selalu
membayangkan bagaimana kita melewati banyak rintangan bersama. Memulai
segalanya dari kita yang masih begitu labil hingga aku bisa mengenalmu utuh.
Ternyata rindu ini membuakan banyak memikirkan hal
aneh yang bahkan aku tidak tahu darimana aku bisa berfikir hal seperti itu.
Komentar
Posting Komentar